Pengamat Sosial Sebut Bank Kalsel Bakal Terdampak Jika TKD Berkurang
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Kinerja Bank Pembangunan Daerah (BPD), termasuk Bank Kalsel diprediksi terdampak atas pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD).
Hal ini diungkapkan Pengamat sosial Noorhalis Majid, karena berkurangnya dana TKD telah memberikan tekanan terhadap hampir seluruh BPD di Indonesia.
Noorhalis mengatakan kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar keberlangsungan bank milik daerah tidak terancam.
“Kalau pemerintah pusat ingin mendorong perekonomian daerah, termasuk mempertahankan BPD di seluruh Indonesia, dampak pengurangan TKD semestinya sudah diantisipasi. Apakah pemerintah pusat memahami pengaruh kebijakan ini terhadap BPD?” ujar mantan Ketua KPU Kota Banjarmasin ini dikutip Jumat (05/11/2026).
Menurut Majid yang pernah menjabat Kepala Perwakilan Ombudsman dua periode ini juga mengatakan, tanpa langkah antisipasi yang tepat, penurunan kinerja tersebut dikhawatirkan semakin memburuk dan mengancam keberlangsungan BPD.
Bahkan, Bank Kalsel pun tidak boleh menganggap dirinya aman dari dampak kebijakan tersebut.
Karena itu, antisipasi tidak cukup hanya dengan mengoreksi kebijakan efisiensi dan pengurangan TKD dari pemerintah pusat.
Baca Juga Pengendara Tewas di Jalan Gubernur Soebardjo Banjarmasin, Korban Dievakuasi ke RSUD Ulin
Baca Juga Nyaris Tusuk Petugas dengan Pisau, Timah Panas Bersarang di Paha Kiri Terduga Bandar Narkoba HST
Bank Kalsel juga harus menyiapkan langkah strategis agar mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi dan kebijakan yang kurang berpihak terhadap daerah.
Noorhalis mengakui, persoalan yang dihadapi Bank Kalsel tidak sederhana.
Penurunan kinerja tidak bisa semata-mata dibebankan kepada manajemen, karena turut dipengaruhi kebijakan pemerintah pusat dan kondisi ekonomi global yang berdampak terhadap perekonomian daerah.
Namun, menurutnya, kondisi tersebut justru menuntut Bank Kalsel lebih adaptif dan berani melakukan pembenahan.
Ada tiga langkah strategis yang perlu dipertimbangkan. Pertama, mendorong perputaran ekonomi daerah agar lebih dinamis dengan menempatkan Bank Kalsel sebagai salah satu motor penggeraknya.