WARTABANJAR.COM, KUALA PEMBUANG - Setelah dua hari pencarian, seluruh korban jatuhnya helikopter water bombing kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ditemukan, Jumat (6/11/2026).

Jenazah terakhir, Serda Heri Prasetyo, berhasil dievakuasi oleh penyelam dari dalam badan helikopter, Jumat  pagi.

Heli milik TNI-AD itu jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, sekitar satu kilometer dari bibir pantai Kabupaten Seruyan pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Baca juga: "Ya Allah Apakah Saya Harus Mati di Sini", Kadiya Sempat Tenggelam Bersama Heli Karhutla Kalteng

Baca juga: BPBD Kalsel Petakan Titik Rawan Banjir dari Banjarmasin hingga Banua Enam

Saat itu heli yang diawaki delapan orang mengambil air untuk pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Sesaat setelah kejadian, tujuh korban heli yang berpangkalan di Bandara Kuala Pembuang itu ditemukan.

Dua meninggal dunia yakni Mayor CPN Dudi dan Lettu CPN Hafiz. 

Sedang lima korban luka-luka yakni Kapten CPN Febri, Kapten CPN Suganda, Letda CPN Fercis, Pratu Gilang dan Serka Kadiya.

Sementara Heri terjebak di kabin heli yang kemudian tenggelam.

Jenazah Heri tiba di RSUD Kuala Pembuang sekitar pukul 10.50 WIB. 

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan, Serda Heri ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB. 

Operasi pencarian dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang di sekitar lokasi kejadian.

"Alhamdulillah, semuanya sudah ditemukan. Dari delapan kru yang ada, lima selamat dan tiga orang meninggal dunia. Dua korban meninggal sudah kami  serahkan kepada keluarga kemarin. Hari ini yang terakhir, Serda Anumerta Heri, akan dibawa ke keluarganya di Trenggalek," katanya, saat menampingi korban di RS Kuala Pembuang.

Di sisi lain, Pangdam mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati lokasi jatuhnya helikopter. 

Meski pesawat sudah dalam kondisi mati, masih terdapat komponen kelistrikan yang berpotensi membahayakan orang di sekitar lokasi.