WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Siklus perubahan cuaca di penghujung tahun 2026 kembali menempatkan wilayah Kalimantan Selatan dalam kondisi waspada. 

Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang rutin melanda sejak akhir tahun hingga awal tahun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mulai mematangkan skenario penanganan darurat.

Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengonfirmasi bahwa arahan khusus telah diteruskan ke seluruh BPBD kabupaten dan kota. 

Baca juga: "Ya Allah Apakah Saya Harus Mati di Sini", Kadiya Sempat Tenggelam Bersama Heli Karhutla Kalteng

Baca juga: Nyaris Tusuk Petugas dengan Pisau, Timah Panas Bersarang di Paha Kiri Terduga Bandar Narkoba HST

Setiap daerah diminta melakukan inventarisasi ulang terhadap sarana evakuasi, armada penolong, hingga stok logistik agar siap dioperasikan sewaktu-waktu.

”Mengingat tren curah hujan meningkat dari akhir tahun ini hingga awal 2027, kesiapan peralatan dan personel harus dipastikan tidak ada kendala di lapangan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (30/10/2026).

Menurut Ronny, ancaman yang perlu diantisipasi secara cermat dalam beberapa bulan ke depan mencakup genangan berdurasi panjang serta potensi puting beliung.

Sejumlah wilayah yang masuk dalam peta pemantauan ketat mencakup Kabupaten Banjar, kawasan pesisir Barito Kuala (Batola), Kota Banjarmasin. 

Demikian pula beberapa titik rawan di kawasan Banua Enam seperti Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Hulu Sungai Utara (HSU).

Belajar dari pengalaman penanganan banjir pada periode sebelumnya, BPBD Kalsel juga menyoroti pola perilaku masyarakat terdampak. 

Ronny mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar petugas di lapangan adalah kecenderungan warga yang enggan berpindah ke tempat evakuasi dan memilih bertahan di dalam rumah.

”Kondisi itu jadi tantangan dan bisa memicu hambatan operasional,” ucapnya. 

Ronny menambahkan, tim SAR dan relawan harus membagi konsentrasi serta menempuh jarak yang jauh hanya untuk menjangkau satu per satu rumah warga demi memastikan pasokan makanan serta obat-obatan terpenuhi.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk bersedia memanfaatkan titik pengungsian terpusat yang telah disiapkan.