"Ya Allah Apakah Saya Harus Mati di Sini", Kadiya Tenggelam Bersama Heli di Perairan Seruyan
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Sersan Kepala (Serka) Kadiya (45) asal Cirebon, Jawa Barat, adalah salah satu dari delapan korban jatuhnya helikopter water bombing kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perairan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Ditemui di Ruang Sakti 13 Rumah Sakit Dr. R. Soeharsono/TPT Jalan Sutoyo S Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (6/11/2026) siang, Kadiya tengah terbaring lemas di tempat tidur.
Ia masih dirawat intensif pascamusibah.
Baca juga: Pencarian Seorang Korban Heli Karhutla Berlangsung di Perairan Seruyan Kalteng
Baca juga: Tiket Laga Barito Putera vs RANS Nusantara FC di Stadion 17 Mei Banjarmasin Sudah Tersedia
Di tangan kanannya masih tertancap jarum selang infus.
Dia mengaku tubuhnya masih terasa sakit akibat menghantam badan helikopter saat kecelakaan terjadi pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Lengan tangan kanannya tampak memar.
Heli jatuh saat mengambil air di pesisir Seruyan untuk pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Heli yang berpangkalan di Bandara Kuala Pembuang itu dilaporkan kecelakaan di perairan sekitar Desa Sungai Perlu, sekitar satu kilometer dari bibir pantai.
Tiga orang dinyatakan tewas dan lima menderita luka termasuk Kadiya.
Setelah menjalani perawatan di RSUD Kuala Pembuang, korban luka dibawa ke Banjarmasin untuk perawatan medis.
Kepada Wartabanjar.com, Serka Kadiya menceritakan pengalamannya saat helikopter mendadak oleng lalu jatuh ke laut.
Awalnya helikopter mengudara dengan normal lancar.
Namun saat berada di perairan Desa Sungai Perlu, Seruyan, helikopter mendadak oleng diterpa angin.
Dalam hitungan detik, helikopter Mi-17 milik TNI AD itu langsung jatuh dan menghantam permukaan air.
Ia mengaku sempat dalam kondisi tak sadarkan diri ketika helikopter.
Begitu sadar kembali, ia kaget sudah berada di dalam air laut bersama helikopter.
Ia lalu bergerak menyelamatkan diri dengan mencari akses keluar dari badan helikopter.
Setelah menemukan pintu, Kadiya berhasil keluar dan kembali ke permukaan laut.