Kadiya kemudian berpegangan pada roda helikopter yang masih terapung. 

Di roda itulah ia bertahan sambil menunggu bantuan tiba. 

"Ya Allah apakah saya harus mati di sini. Lalu saya berusaha mencari akses agar bisa keluar dari helikopter. Akhirnya ada pintu, saya keluar lewat pintu itu. Terus naik ke permukaan air. Lalu saya pegang roda dan bertahan sampai bantuan datang," tuturnya.

Kini, Kadiya bersama empat orang korban selamat menjalani perawatan intensif. 

Adapun kondisi empat korban lainnya terlihat berangsur-angsur membaik. 

Arie Suganda Simbolon (34) tampak luka-luka di kepala dan kaki. 

Namun luka-luka tersebut sudah diobati atau mendapat penganan medis. (Wartabanjar.com)