Tanah Bumbu Luncurkan AKSI TEGAS, Integrasikan Data Pendapatan Daerah Berbasis GIS 3D
WARTABANJAR.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) meluncurkan inovasi AKSI TEGAS (Akurasi Eviden Integrasi Geospasial dengan Mitra Strategis) melalui kegiatan Sosialisasi Program, Demonstrasi Fitur GIS 3D, dan Soft Launching AKSI TEGAS di Gedung Sekretariat PKK Kapet, Kecamatan Simpang Empat, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang integratif, meningkatkan akurasi data pendapatan daerah berbasis spasial, serta memudahkan masyarakat mengakses layanan dan informasi perpajakan daerah secara digital.
Baca juga: Tiket Laga Barito Putera vs RANS Nusantara FC di Stadion 17 Mei Banjarmasin Sudah Tersedia
Baca juga: Polres Banjar Tangkap Pria Terduga Pelaku KDRT, Korban Alami Kekerasan Berulang
Bupati Andi Rudi Latif, dalam sambutannya dibacakan Kepala Bapenda Tanah Bumbu, Wiwit Eka Dewi, sekaligus membuka kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya transformasi digital dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ia menyampaikan masyarakat saat ini membutuhkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel, termasuk dalam memperoleh informasi mengenai pajak dan retribusi daerah.
Menurutnya, kehadiran AKSI TEGAS menjadi langkah strategis dan inovatif Bapenda dalam menyediakan informasi perpajakan daerah yang lebih mudah diakses, cepat, tepat, dan transparan.
Bupati juga menekankan bahwa keberhasilan inovasi tersebut membutuhkan tiga hal utama, yakni komitmen dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat, kolaborasi dengan mitra strategis untuk memastikan kelengkapan dan keakuratan data, serta keberlanjutan pengembangan sistem agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Melalui AKSI TEGAS, Bapenda Tanah Bumbu mengintegrasikan data dengan sistem informasi geografis tiga dimensi atau Geographic Information System (GIS 3D). Teknologi ini diharapkan dapat mendukung penyajian informasi secara spasial, meningkatkan validitas data pendapatan daerah, serta memperkuat sistem pemantauan yang lebih proaktif dan terintegrasi dengan mitra kerja.
Selain demonstrasi fitur GIS 3D dan sosialisasi program, kegiatan ini juga menjadi langkah awal penguatan koordinasi dan penyelarasan data dengan seluruh perangkat daerah penghasil pendapatan dan retribusi.