WARTABANJAR.COM, BARABAI – Jamban tradisional yang masih berada di sungai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, bakal dibongkar pemerintah daerah.

Langkah tersebut dilakukan agar sungai tidak lagi digunakan masyarakat untuk keperluan sanitasi. 

Terlebih, warga di sejumlah kawasan bantaran sungai telah mendapatkan bantuan akses sanitasi dan fasilitas jamban di rumah masing-masing.

Sekretaris Daerah HST, Muhammad Pajaruddin, mengatakan pembongkaran menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menata kawasan sungai agar bersih.

Baca juga: Tiket Laga Barito Putera vs RANS Nusantara FC di Stadion 17 Mei Banjarmasin Sudah Tersedia

Baca juga: Polda Kalsel Gelar Green Policing di Pantai Pagatan Besar, Tanam 3.000 Mangrove Penangkal Abrasi

“Kami akan melakukan penertiban. Masyarakat di sekitar bantaran sungai sudah dibantu pemerintah daerah untuk memiliki akses sanitasi atau fasilitas jamban di rumah masing-masing. Sehingga, jamban yang ada di sungai itu kami harapkan bisa dibersihkan,” kata Pajaruddin saat kegiatan bersih-bersih Sungai Barabai, Jumat (6/11/2026).

Upaya tersebut juga berkaitan dengan rencana normalisasi Sungai Barabai yang menjadi perhatian pemerintah daerah. 

Pajaruddin mengatakan kegiatan bersih-bersih sungai bersama berbagai pihak merupakan bagian dari dukungan terhadap program Bupati HST untuk mengurangi risiko banjir.

“Aksi bersih-bersih sungai ini menjadi bagian penting dalam mendukung program Bupati HST, khususnya rencana normalisasi sungai sebagai upaya mencegah terjadinya banjir pada masa mendatang,” ungkapnya.

Menurut Pajaruddin, persoalan kebersihan sungai tidak hanya berkaitan dengan keberadaan jamban tradisional. 

Sampah rumah tangga yang dibuang ke aliran sungai juga perlu menjadi perhatian masyarakat.

Ia mengingatkan warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Barabai, Sungai Batang Alai, dan sungai lainnya agar tidak membuang sampah sembarangan.

Sampah yang menumpuk dapat menyebabkan pendangkalan dan penyempitan aliran sungai. 

Kondisi tersebut berpotensi menghambat aliran air, terutama ketika debit sungai meningkat saat musim hujan.