WARTABANJAR.COM, KUALA PEMBUANG -  Pencarian satu korban jatuhnya helikopter MI-17V5 di perairan Kabupaten Seruyan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berlanjut, Kamis (5/11/2026). 

Satu kru heli water bombing kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diduga terjebak di kabin.

Dari delapan awal heli milik TNI-AD tersebut dua tewas dan lima terluka hingga menjalani perawatan rumah sakit.

Heli jatuh di Kabupaten Seruyan pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 11.00 WIB saat melakukan pemadaman di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Baca juga: Dua Awak Heli Karhutla Tewas, Satu Hilang dan Lima Dirawat di RS Kuala Pembuang Kalteng

Baca juga: Tekad Murilo Mendes Bawa Barito Putera Juara Championship, Jelang Lawan RANS Nusantara

Heli yang berpangkalan di Bandara Kuala Pembuang itu dilaporkan kecelakaan di perairan sekitar Desa Sungai Perlu, sekitar satu kilometer dari bibir pantai. 

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin bersama Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan langsung menuju lokasi kejadian setelah melepas keberangkatan dua jenazah korban dari Bandara Kuala Pembuang.

"Ini masih proses pencarian. Mudah-mudahan hari ini bisa kita keluarkan dari pesawat yang di dalam air," katanya kepada awak media. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seruyan Agus Supriadi mengatakan pihaknya menyiapkan kapal berukuran besar serta peralatan selam untuk membantu tim di lapangan.


"Kami sudah berkoordinasi dengan Basarnas. Saat ini proses penyelamatan dilakukan di titik lokasi, karena masih ada satu orang yang terjepit di dalam kabin helikopter," ungkap Agus.

Agus menjelaskan lokasi jatuhnya helikopter berada sekitar 11 kilometer ke arah barat dari Pelabuhan Segintung. 

Posisi badan helikopter berada di perairan yang cukup dalam, tidak jauh dari kawasan teluk yang biasa digunakan untuk mengambil air dengan bucket saat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sementara Pratu Gilang Ramadan, yang menjadi salah satu kru selamat dan menjalani perawatan, menyebut angin kencang tiba-tiba menerpa hingga membuat helikopter kehilangan kendali.