”Kami juga berterima kasih kepada Disdukcapil yang sangat inovatif. Langsung datang ke masyarakat dengan mobil, jadi masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke kantor (dinas), langsung bisa mengurus data kependudukan di desanya,” tutur H Fani.

Lebih lanjut, Bupati memastikan bahwa kegiatan operasi pasar dan pelayanan terpadu ini akan terus digencarkan hingga akhir Desember 2026 mendatang, yang bertujuan untuk menjaga kestabilan pasokan di tengah tantangan musim kemarau.

”Mengingat kita masih dalam masa bencana kekeringan dan perpanjangan status siaga Karhutla, tentu kita harus menjaga kestabilan pasokan-pasokan ini. Jadi sampai Desember, operasi pasar akan terus kita lakukan,” ucapnya.

Ditambahkan H Fani, berkat konsistensi program pasar murah, laju inflasi di Kabupaten Tabalong saat ini mampu dikendalikan dengan baik di angka 4 persen, dengan tren bulanan (month-to-month) yang terus mengalami penurunan.

Melalui kegiatan pasar murah ini, Pemkab Tabalong berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih ringan. 

Selain membantu warga, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

Disisi lain warga desa Warukin, selain berbelanja kebutuhan pokok, juga memanfaatkan momen ini, untuk mendapatkan layanan administrasi kependudukan dan pemeriksaan kesehatan gratis. (wartabanjar.com)