Hilman menyebut penggunaan dry ice dinilai cukup potensial untuk mendukung penyemaian awan di wilayah Kalteng dan Kalsel bagian utara. Namun, ia mengakui sebagian wilayah Kalsel masih memiliki kondisi udara yang relatif kering sehingga pelaksanaan OMC perlu menyesuaikan kondisi atmosfer.

Ia berharap operasi modifikasi cuaca dapat membantu menghadirkan hujan dalam beberapa hari ke depan, terutama untuk membasahi kawasan yang mengalami kebakaran.

“Tahapnya dry ice membuka, timbul awan, kita tebar dengan garam. Mudah-mudahan hujan bisa membasahi daerah-daerah yang terbakar,” tutupnya.

Dukungan Lanud Sjamsudin Noor dalam pelaksanaan OMC ini menjadi bagian dari upaya bersama lintas instansi untuk membantu penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. (Wartabanjar.com)