DPR dan BNN Dorong Program Desa Bersinar di Tanah Laut, Berantas Narkoba Lewat Kearifan Lokal
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Komisi III DPR RI bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar sarasehan pencegahan dan pemberantasan narkoba guna memperkuat benteng Desa Bersih Narkoba (Bersinar) melalui integrasi pendekatan hukum serta kearifan lokal di Gedung Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala), Pelaihari, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan kemitraan strategis ini menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Kepala BNNP Kalimantan Selatan Brigjen Pol. Asep Taufik, Elsa Sari dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut Ismail Fahmi.
Acara ini juga dihadiri oleh Anggota Komisi III DPR RI H. Endang Agustina, Kepala BNNK Tanah Laut, Kapolres Tanah Laut, Kejari Tanah Laut, Wakil Direktur Politala beserta jajaran, akademisi, tokoh masyarakat, serta ratusan mahasiswa dan perwakilan organisasi kepemudaan.
Baca juga: Lanud Sjamsudin Noor Dukung OMC Kalselteng, Gunakan Teknologi Es Kering untuk Picu Pertumbuhan Awan
Baca juga: Ratikita.id HST Juara 1 Kalsel Innovation Award 2026, Kembangkan AI Pendeteksi Sampah
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. Endang Agustina, menegaskan pentingnya peran pengawasan dan sinergi antarlembaga dalam memutus mata rantai penyebaran narkotika hingga ke tingkat desa.
“Selaku anggota DPR itu mempunyai fungsi, ya ada tiga fungsi anggota DPR RI. Pertama itu legislasi membuat undang-undang, kemudian budgeting terkait dengan anggaran, yang ketiga adalah pengawasan. Nah, keberadaan kita di sini adalah dalam rangka melakukan pengawasan, yang dilakukan melalui pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang,” ujar H. Endang.
Ia menambahkan bahwa pencegahan di level tapak merupakan kunci utama memutus mata rantai peredaran gelap narkoba, mengingat tingginya angka peredaran di Kalimantan Selatan.
“Apa yang anda dapat di sini tolong diceritakan nanti di belakang ya, tolong ceritakan di rumah, di teman, di pergaulan, di tempat nongkrong. Bagaimana kita harus bersikap menghadapi problem bangsa terkait narkoba ini,” pungkasnya.