WARTABANJAR.COM, BARABAI – Inovasi bank sampah digital Ratikita.id asal Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) berhasil meraih juara 1 kategori masyarakat umum dalam Kalsel Innovation Award 2026.

Prestasi tersebut diraih berkat pengembangan layanan pengelolaan sampah berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mengenali jenis sampah melalui kamera.

Direktur Ratikita.id, Muliyadi Saputra, mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diraih dalam ajang inovasi tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tersebut.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur atas pencapaian ini bisa meraih juara 1 terbaik kategori masyarakat umum dalam Kalsel Innovation Award tahun 2026,” kata Muliyadi di Banjarbaru, Rabu (21/10/2026).

Baca juga: Plt Ketua BEM ULM Gaungkan Bencana Asap Karhutla Kalsel di Tugu Proklamasi Jakarta

Baca juga: Selamat Datang Coach Djanur, Pelatih Baru Barito Putera: Djajang Nurdjaman

Penghargaan itu diserahkan oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khazairin, dalam acara penganugerahan di Gedung Idham Chalid, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel.

Salah satu inovasi yang dikembangkan Ratikita.id adalah perangkat pendeteksi jenis sampah berbasis kamera. Perangkat tersebut dibuat dengan memodifikasi barang bekas dan dirancang terhubung dengan pasar daur ulang agar pengguna dapat mengetahui harga sampah secara real-time.

Teknologi ini melengkapi inovasi Ratikita.id sebelumnya, yakni Ratiki-Bot, asisten virtual berbasis AI Agent Chatbot yang dirancang untuk melayani berbagai kebutuhan nasabah.

Ratikita.id dikembangkan oleh Muliyadi Saputra bersama Muhammad Zuhdi Rajibi dan Nurul Hidayah. Sejak diluncurkan pada 2021, layanan tersebut terus berkembang dan kini memiliki lebih dari 7.000 nasabah.

Nasabah Ratikita.id tersebar di empat kabupaten di Kalimantan Selatan dan satu kabupaten di Kalimantan Tengah.

“Sampai hari ini, kami sudah memiliki lebih dari 7 ribu nasabah yang tersebar di empat kabupaten di Kalimantan Selatan dan satu kabupaten di Kalimantan Tengah yang sama-sama saling mendukung untuk pengelolaan sampah yang lebih baik,” ujarnya.