Selamat Datang Coach Djanur, Pelatih Baru Barito Putera: Djajang Nurdjaman
WARTABANJAR.COM - Akhirnya Barito Putera memiliki pelatih baru, yakni Coach Djanur alias Djajang Nurdjaman.
Djajang Nurdjaman akan menjadi pelatih kepala Barito Putera menggantikan Hendri Susilo yang dipecat, tiga pekan lalu.
Selama belum ada pelatih baru, Laskar Antasari diarsiteki oleh Direktur Teknik, Frans Sinatra Huwae.
Selama "dipegang" Frans, Barito Putera memetik dua kemenangan dalam lanjutan Liga 2 Championship.
Yakni menaklukkan Persiba Balipapan dan De Red FC dengan skor sama: 2-0.
Pengumuman Djajang Nurdjaman sebagai pelatih kepala diunggah di akun Instagram @psbaritoputeraofficial, Selasa (20/10/2026).
Selain Coach Djanur, juga dikenalkan anggota tim kepelatihan yakni Rizki Mubarak dan Lucky Rizky.
"Saatnya bersatu, berjuang dan membawa Laskar Antasari melangkah lebih jauh," tulisnya.
Baca Juga: Barito Putera Jalani Laga Tandang Lawan PSBS Biak di Championship, Jaga Tren Kemenangan
Baca Juga: Skor Hasil De Red FC vs Barito Putera 0-2: Korneles Howay Pingsan di Lapangan
Profil Djajang Nurdjaman
Djajang Nurjaman atau Coach Djanur lahir d Majalengka, Jabar pada 30 Maret 1959.
Saat berusia 17 tahun, ia merantau dari Majalengka ke Bandung hanya untuk bergabung dengan klub Persib.
Dalam perjalanan kariernya sebagai pemain, Djanur sempat memperkuat Sari Bumi Raya Yogyakarta dan Mercu Buana Medan sebelum kembali membela Persib Bandung.
Bersama Maung Bandung, ia berhasil meraih tiga gelar juara Perserikatan, yakni pada 1986, 1989–1990, dan 1993–1994.
Salah satu momen berkesan dalam kariernya terjadi pada final Perserikatan 1986.
Djanur mencetak gol tunggal yang membawa Persib mengalahkan Perseman Manokwari dengan skor 1-0 sekaligus memastikan gelar juara bagi timnya.
Setelah mengakhiri karier sebagai pemain, Djanur tidak meninggalkan dunia sepak bola.
Ia mulai menekuni profesi kepelatihan dan bergabung dengan Persib sebagai pelatih usia muda, asisten pelatih, hingga pelatih kepala pada 2012.
Ia berhasil membawa klub tersebut menjuarai Indonesia Super League (ISL) 2014 setelah mengalahkan Persipura Jayapura melalui adu penalti pada pertandingan final.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier kepelatihannya.