WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali digencarkan untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Kali ini, penyemaian awan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dry ice atau es kering.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman LP Ambarita, mengatakan pihaknya mendukung pelaksanaan OMC dengan menyiapkan sarana penyimpanan bahan penyemaian yang didatangkan menggunakan pesawat Airbus A400M.

Baca juga: Ratikita.id HST Juara 1 Kalsel Innovation Award 2026, Kembangkan AI Pendeteksi Sampah

Baca juga: Plt Ketua BEM ULM Gaungkan Bencana Asap Karhutla Kalsel di Tugu Proklamasi Jakarta

Dua kontainer khusus berteknologi cold storage tersebut digunakan untuk menjaga penyimpanan dry ice yang akan dimanfaatkan dalam operasi modifikasi cuaca.

“Kami dari Pangkodau II di Makassar menerima dukungan perlengkapan container cold storage yang digunakan untuk menyimpan dry ice yang akan digunakan oleh BMKG bekerja sama dengan BRIN, BNPB, dan beberapa kementerian lainnya dalam melaksanakan OMC metode baru penggunaan dry ice,” ujar Hilman di Lanud Sjamsudin Noor, Rabu (21/10/2026).

Selain menggunakan Airbus A400M, pengiriman dry ice dilakukan dengan pesawat C-130J Super Hercules. 
Sementara itu, proses penyemaian dilakukan menggunakan tiga unit pesawat CASA NC212 dan tiga unit Cessna Caravan yang disiagakan untuk mendukung operasi tersebut.

Hilman menjelaskan, penyemaian dilakukan menggunakan dry ice dan bahan garam atau natrium klorida (NaCl). Metode ini diharapkan dapat membantu pembentukan bibit awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

Menurutnya, penyemaian dry ice menjadi tahap awal untuk memicu pembentukan awan. Apabila kondisi awan dinilai mendukung, operasi dilanjutkan dengan penyemaian garam.

“Sehingga nanti siang atau menjelang sore atau sampai malam pun jika terjadi penumpukan awan yang bagus, kita akan laksanakan penaburan penyemaian NaCl atau garam,” jelasnya.

Ia mengatakan metode tersebut diharapkan membantu mengurangi dampak kondisi kering dan mendukung upaya pembasahan wilayah yang terdampak karhutla, khususnya di Kalsel dan Kalteng.