WARTABANJAR.COM, HANDIL BAKTI - Meninggalnya Nordin alias Udin, seorang relawan saat berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyisakan duka mendalam bagi banyak kalangan.

Tidak hanya oleh sesama relawan Karhutla dan petugas pemadam kebakaran, duka cita diungkapkan Bupati Barito Kuala (Batola) H Bahrul Ilmi.

Nordin meninggal usai mengalami sesak napas Ketika memadamkan Karhutla disertai asap tebal di kawasan simpang empat Handil Bakti, Batola, Rabu (21/10/2026) siang.

Ia adalah relawan dari barisan pemadam kebakaran atau BPK Sarimi, Kayu Bulan, Sungai Andai, Banjarmasin. 

Pria berusia 50 tahun ini meninggal saat dibawa sesama relawan menuju rumah sakit.

"Semoga ini yang terakhir. Jangan sampai ada korban jiwa lagi," ucap Bahrul Ilmi saat dihubungi.

Sesaat setelah mendapat kabar meninggalnya Nordin, Bahrul Ilmi langsung datang ke Klinik Setara Handil Bakti.

Jenazah Nordin sempat mendapat penanganan medis di klinik itu sebelum dibawa ke rumah duka di kawasan Kayu Bulan, Sungai Andai.

Bahrul Ilmi pun ikut ke rumah duka guna menyampaikan duka cita kepada keluarga Nordin.

Baca Juga: Relawan Meninggal Saat Padamkan Karhutla di Handil Bakti Batola

Baca Juga: Lanud Sjamsudin Noor Dukung OMC Kalselteng, Gunakan Teknologi Es Kering untuk Picu Pertumbuhan Awan

Ia berharap, para relawan selalu berhati-hari lebih mengutamakan keselamatan diri saat berusaha memadamkan Karhutla

Menurutnya, kondisi Karhutla di Batola masih dalam kondisi membahayakan. 

"Kami memohon dukungan dan bantuan dari semua pihak agar Karhutla di Batola bisa segera tertasi dan dampaknya tidak makin meluas," kata Bahrul Ilmi.

Sementara Kepala Klinik Handil Bakti, dr Amalia Dewi memastikan bahwa Nordin meninggal saat perjalanan.

Pasalnya, saat tiba di Klinik Setara, kondisinya sudah tidak memperlihatkan tanda-tanda kehidupan.

Petugas medis sudah melakukkan resusitasi jantung paru (RJP) sebanyak dua kali dan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) untuk memastikan kondisinya. 

Akan tetapi tidak ada respons dari Nordin. “Pasien juga datang dalam keadaan pupil sudah midriasis, dalam artian itu sudah meninggal," katanya.