Dia pun membenarkan tinggal  RT 16 yang belum lancar aliran airnya. Oleh karena itu empat tandon bantuan PAM Bandarmasih, yang masing-masing berkapasitas 1.000 liter, kini ditempatkan di RT 16.

Untuk memenuhi kebutuhan warta RT16 dan sekitarnya, truk tangki PAM Bandarmasih rutin memenuhi tandon. Rutinnya pasokan berlangsung sejak awal tandon ditempatkan di RT 9. "Kalau hampir habis, ada warga yang bertugas memberitahu PAM Bandarmasih untuk diisi lagi," kata Majedi seraya berharap air bersih semakin lancar. 

Mewakili warga Sungai Lulut, Majedi pun menyampaikan harapan adanya kompensasi akibat sempat macet dan asinnya air leding. "Ada aspirasi biaya pembayaran rekening didiskon," ucap Majedi.

Harapan ini sempat dibicarakan manajemen PAM Bandarmasih dengan Pemerintah Kota Banjarmasin selaku pemilik perusahaan tersebut. Zulbadi beberapa waktu lalu menyatakan hal tersebut menjadi ranah Wali Kota Banjarmasin.

Namun demikian, Zulbadi menegaskan PAM Bandarmasih berusaha keras memproduksi dan mendistribusikan air bersih di tengah krisis air baku akibat tingginya kadar garam air sungai.

"PAM Bandarmasih  terus menggiatkan pengisian tandon oleh tim yang berkekuatan 21 mobil tangki. Setiap hari per mobil bisa mengantar 7-9 rit. Total pengantaran mulai pagi hingga malam mencapai 50-60 rit," ujarnya dalam sebuah jumpa pers.

PAM Bandarmasih juga meningkatkan pasokan air baku dari Intake Pematang Panjang Banjar ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) 2 Jalan Pramuka Banjarmasin.

"Ada penambahan pasokan air baku dari intake Pematang Panjang  sebanyak 300 meter kubik per jam dan akan terus kami tingkatkan. Targetnya 800 meter kubik per jam," kata Zulbadi. (Wartabanjar.com)