“Tema yang kami angkat masih sama dengan FKTD kemarin, yakni Njipah. Njipah adalah perangkap yang dibuat dari akar-akar gantung yang ada di hutan, khususnya hutan Dayak Deah untuk menjebak babi,” tutur Izmi.

Melalui tema tersebut, Sanggar Seni Suluh Banua berupaya mengangkat kearifan lokal masyarakat Dayak Deah ke panggung nasional.

Izmi optimistis, dengan persiapan dan evaluasi yang terus dilakukan, sanggarnya dapat memberikan penampilan terbaik, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni budaya Tabalong dan Kalimantan Selatan kepada masyarakat yang lebih luas. (wartabanjar.com)