WARTABANJAR.COM, PARINGIN - Hampir empat bulan lamanya kemarau panjang mengepung Kabupaten Balangan. Di balik langit panas yang menyengat, roda ekonomi para petani di Bumi Sanggam kini nyaris lumpuh total.

Upaya penyelamatan yang dilakukan pemerintah melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) beberapa waktu lalu, sempat membawa secercah harapan. 

Namun, guyuran hujan buatan tersebut dinilai belum cukup untuk membasahi lahan pertanian yang terlanjur kerontang.

"Memang kemarin sempat ada hujan dari OMC, tapi itu cuma lewat sebentar. Tanahnya masih kering kerontang di bagian bawah, belum cukup untuk memenuhi kebutuhan air untuk bertani," ungkap Nasrullah, seorang petani asal Awayan, Sabtu (17/10/2026).

Minimnya ketersediaan air bersih, membuat para petani yang lahannya jauh dari bantaran sungai terpaksa menunda jadwal tanam. 

Hanya segelintir petani beruntung yang kebunnya dekat aliran sungai, yang masih bisa bertahan dengan menyiram tanaman secara manual.

Akibatnya, penghasilan keluarga petani merosot tajam. Lahan yang biasanya produktif kini terpaksa dibiarkan terbengkalai tanpa hasil.

Baca Juga: Wakil Bupati Balangan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kecamatan Lampihong

Baca Juga: Polres Balangan Berhasil Ringkus Bandar sabu di Kecamatan Juai, Temukan 14 Paket Sabu

Pukulan telak akibat kemarau panjang ini tidak hanya dirasakan oleh petani pangan dan hortikultura. 

Ironisnya, para petani karet yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Balangan, juga harus merugi di tengah tingginya harga jual di pasaran.

Musim kering berkepanjangan membuat pohon karet mengalami penurunan produksi drastis, jauh dibanding saat kelembapan tanah terjaga di musim hujan.

“Walaupun harga jual karet sekarang sedang mahal, tapi kalau getah yang keluar dari pohonnya cuma sedikit, ujung-ujungnya penghasilan kami tetap saja berkurang drastis," keluh Nasrullah.

Kini, para petani di Balangan hanya bisa menggantungkan asa, berharap hujan alami segera turun dengan deras, agar lahan mereka kembali basah dan roda penghidupan dapat berputar kembali. (Wartabanjar.com/*)