WARTABANJAR.COM, PARINGIN - Seorang pria berinisial IS (52), warga Desa Tawahan, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan ditangkap polisi karena diduga mengedarkan narkotika jenis sabu. 

Dari penggeledahan di rumahnya, petugas menemukan 14 paket sabu yang disimpan dalam kotak kacamata dan sebuah kaleng.

Penangkapan tersebut dilakukan Unit Reskrim Polsek Juai pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 20.00 Wita.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkotika di lingkungan mereka.

Kasi Humas Polres Balangan, AKP AW Djati, mewakili Kapolres AKBP Arif Mansyur Supartono, membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2026).

“Pengungkapan ini murni berawal dari informasi masyarakat setempat yang resah dengan adanya aktivitas transaksi narkotika di wilayah mereka,” ujar Djati.

Baca Juga Pangantre di SPBU Tidur di Trotoar, Ombudsman: 11 Provinsi Langka BBM

Baca Juga Satresnarkoba Polres Balangan Gelar Patroli di Tempat Hiburan Malam dan Jalur Angkutan

Berbekal informasi warga, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya menyergap IS di rumahnya.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan yang turut disaksikan aparat desa setempat.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 14 paket plastik klip berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu.

“Saat rumahnya digeledah, anggota kami berhasil menemukan 14 paket plastik klip berisi kristal bening yang diduga kuat merupakan sabu siap edar,” ungkap Djati.

Selain belasan paket yang diduga sabu, polisi menyita seperangkat alat isap, pipet kaca, sedotan, serta sebuah telepon seluler.

Barang yang diduga narkotika itu disimpan dalam kotak kacamata dan sebuah kaleng. Polisi menduga tempat penyimpanan tersebut digunakan untuk menyembunyikan barang bukti.

Setelah ditangkap, IS dibawa ke Polsek Juai untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penyidik kini mendalami asal-usul barang yang diduga sabu tersebut, termasuk kemungkinan adanya jaringan pemasok di atas tersangka.

“Tersangka dan barang bukti saat ini terus diperiksa secara intensif guna membongkar siapa jaringan pemasok di atasnya,” tegas Djati.