Jika anggaran murni tidak lagi mencukupi, opsi penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dari dana cadangan daerah, akan ditempuh sesuai kebijakan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Kendati berjalan tanpa sokongan dana pusat dan di tengah himpitan defisit, Rahmi menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan menyurutkan semangat juang tim gabungan di lapangan. 

Pihaknya berkomitmen untuk terus berjuang semaksimal mungkin dengan kemampuan yang ada.

"Kita terus mengupayakan penanganan karhutla semaksimal mungkin sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada pada kita, tanpa harus terlalu memikirkan dampak dari tidak adanya banpres tersebut," tegasnya.

Di tengah segala keterbatasan itu, pihak BPBD berharap faktor alam segera berpihak. 

Berdasarkan prediksi perkembangan cuaca, krisis karhutla ini diharapkan segera mereda.

"Harapan kita musim kemarau ini bisa segera berakhir di penghujung Oktober, dan mulai memasuki masa transisi turun hujan pada sepuluh hari pertama di bulan November nanti," pungkas Rahmi. (Wartabanjar.com)