“Artinya, segala yang direncanakan penganggarannya itu berdampak kepada pengungkitan pencapaian target-target yang ada di RPJMD. Bekerja sama dengan FEB ULM sebagai narasumber, diharapkan masukan akademisi bisa mencapai target itu,” terangnya.

Nashrullah juga mengingatkan para perencana SKPD agar tak gagap menghadapi pembaruan fitur pada aplikasi SIPD nasional. 

”Para operator dan Kasubbag Perencanaan  kami harap juga mampu beradaptasi cepat dengan ketentuan terbaru demi terwujudnya tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel,” tutupnya. (wartabanjar.com/*)