Motor Bertangki Besar Tinggalkan SPBU Limpasu HST Saat Petugas Datang
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Sejumlah sepeda motor beertangki ukuran besar menjadi perhatian, saat petugas Dinas Perdagangan Hulu Sungai Tengah (HST) melakukan pengawasan penyaluran BBM subsidi di SPBU Limpasu, Jumat (18/09/2026).
Kendaraan yang diduga digunakan untuk pelangsiran BBM subsidi itu, terlihat meninggalkan area SPBU ketika petugas mulai turun melakukan monitoring.
Kepala Dinas Perdagangan HST, Irfan Sunarko, mengatakan berdasarkan laporan tim di lapangan, kendaraan bertangki besar tersebut diduga digunakan untuk pelangsiran BBM subsidi.
Menurutnya, bukan hanya kendaraan bertangki besar yang menjadi perhatian petugas. Di SPBU Limpasu juga ditemukan pembeli yang membawa jeriken.
Pembeli tersebut turut meninggalkan lokasi, ketika petugas mulai melakukan pengawasan.
“Selain yang tangkinya besar, ada juga yang membawa jeriken. Begitu petugas datang, orangnya juga langsung kabur,” kata Irfan, Minggu (20/09/2026).
Pergerakan kendaraan bertangki besar tersebut juga terekam dalam video, saat monitoring berlangsung.
Menurut Irfan, kondisi antrean yang sebelumnya semerawut dari depan hingga belakang, mulai terlihat setelah petugas melakukan monitoring.
Baca Juga: Alumni Beri Apresiasi SMAN 3 Barabai Dua Tahun Beruntun Juara Kapolres HST Cup
Baca Juga: Pemkab HST Mulai Tata Karier ASN Berdasarkan Potensi dan Kinerja
“Tanpa dikomando, sebagian pembeli R2 dan R4 masing-masing tancap gas keluar dari SPBU. Baru ketahuan antrean yang sesungguhnya,” ujarnya.
Monitoring penyaluran BBM subsidi berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (18–19/09/2026).
Selain Limpasu, petugas mendatangi SPBU Gambah, Durian Gantang, Lok Besar, Mandingin dan Sei Rangas.
Dalam pelaksanaannya, monitoring turut didampingi aparat Polsek Birayang dan Polsek Limpasu.
Di SPBU Lok Besar, petugas juga menemukan antrean kendaraan yang cukup panjang.
Setelah dilakukan pengaturan dan sosialisasi agar tidak melakukan pengisian berulang, sebagian kendaraan meninggalkan lokasi, sehingga antrean berangsur berkurang.
“Di Lok Besar antrean sangat panjang dan setelah kami kondisikan dan sosialisasi tidak boleh mengisi berulang-ulang, sebagian kendaraan mulai balik kanan. Dengan cepat antreannya yang tadinya panjang akhirnya tidak ada lagi,” ujar Irfan.