WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Sehari menjelang pemberlakuan sistem ganjil genap, untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, antrean kendaraan di sejumlah SPBU masih terlihat seperti hari-hari sebelumnya.

Antrean kendaraan bahkan masih mencapai sekitar 2 kilometer di sejumlah SPBU pada Sabtu (20/09/2026).

Salah seorang konsumen, Jarno, yang mengantre sejak pagi, menilai penerapan sistem ganjil genap belum tentu langsung dapat mengurai antrean kendaraan.

Menurutnya, potensi antrean tetap ada apabila masyarakat memiliki lebih dari satu kendaraan, dengan nomor polisi berbeda.

"Kalau ada yang punya kendaraan dan kebetulan platnya satu ganjil, satu genap, kan bisa tiap hari mengantre," kata Jarno.

Meski demikian, Jarno mengaku siap mengikuti ketentuan yang akan diberlakukan pemerintah.

"Pada prinsipnya sebagai masyarakat kita siap dan patuh pada ketentuan yang akan diberlakukan," ujarnya.

Sementara itu, Manajer SPBU Kambitin-Gunung Batu, Riyanto, mengatakan pihaknya siap menjalankan hasil kesepakatan terkait penerapan sistem ganjil genap.

Ia menyebut, telah menginstruksikan jajaran SPBU di bawah koordinasinya untuk mematuhi dan menjalankan aturan tersebut.

Baca Juga: HMI Tabalong Bagikan 500 Masker Saat Gelar Aksi Simbolik September Hitam

Baca Juga: DLH Tabalong Jual Sampah Daun untuk Bahan Bakar PLTU

Riyanto mengatakan, kondisi antrean pada H-1 pemberlakuan ganjil genap masih tergolong normal seperti hari-hari sebelumnya.

"Antrean standar seperti hari biasa, tidak ada lonjakan yang signifikan," kata Riyanto.

Ia menyambut baik penerapan sistem ganjil genap, sekaligus pemeriksaan surat tanda nomor kendaraan (STNK) sebagai upaya mengurai antrean panjang, yang setiap hari terjadi di SPBU.

Namun, Riyanto memberikan masukan terkait konsumen yang melakukan perjalanan lintas provinsi.

Dikatakannya, sistem ganjil genap dapat dipertimbangkan, untuk tidak diterapkan dengan pola yang sama di seluruh SPBU di Tabalong.

"Misalnya hari ini SPBU Mabuun genap, SPBU Gunung Batu ganjil. Jadi konsumen lintas provinsi yang platnya ganjil bisa ke SPBU yang memberlakukan plat ganjil, begitu juga sebaliknya," ujarnya.