WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Sebanyak 90 persen titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ring 1 Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru berhasil dipadamkan setelah penanganan intensif selama sekitar satu setengah jam, Jumat (18/9/2026).

Pemadaman dilakukan di area seluas lebih dari 2 hektare di Jalan Bandara Baru, termasuk kawasan Guntung Damar dan hutan lindung.

Penanganan dilakukan tim gabungan yang melibatkan Pemprov Kalsel, Korem, Lanud, Lanal hingga jajaran Kepolisian.

Dari unsur kepolisian, sebanyak 98 personel dikerahkan. Mereka berasal dari Polres Banjarbaru, Direktorat Samapta dan Satuan Brimob Polda Kalsel.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid mengatakan pemadaman dimulai sekitar pukul 09.00 Wita.

“Selain mengandalkan air, tim menggunakan cairan surfaktan yang dicampurkan ke dalam air dengan perbandingan 1:100,” ujarnya.

Penggunaan surfaktan tersebut menjadi salah satu metode yang digunakan dalam penanganan titik api di kawasan tersebut.

Khamid menambahkan kebutuhan cairan untuk operasional juga terus disiapkan.

Baca juga: 29 Rumah Hangus dalam 12 Hari, BPBD dan Damkar HST: Jangan Pakai Stop Kontak Berlebihan

Baca juga: Bangkai Kapal Virgo Masuk ke Kedalaman 29 Meter, Tim Penyelam TNI AL Pasang Tali Tambat

“Hingga saat ini, sebanyak 10.200 liter cairan surfaktan telah diproduksi untuk menunjang operasional di lapangan,” ungkapnya.

Meski kebutuhan bahan baku masih harus didatangkan dari Pulau Jawa, Khamid menegaskan pasokan terus ditambah untuk didistribusikan ke seluruh posko dan armada pemadam kebakaran. 

Selain itu, penanganan tidak berhenti setelah sebagian besar titik api berhasil dipadamkan. 

Khamid menjelaskan tim gabungan juga meningkatkan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

“Patroli kami tingkatkan mulai malam hingga pagi untuk mengantisipasi titik api baru sekaligus mencegah pembakaran lahan secara ilegal,” paparnya.

Selain penggunaan cairan surfaktan, Khamid mengatakan dukungan sumber air juga disiapkan di sejumlah lokasi yang menjadi titik penanganan karhutla.

”Sebanyak 34 unit penampung air (bioflok) ditempatkan di Guntung Damar, kawasan hutan lindung dan Pengayuan,” lanjutnya.