FKPT Kalsel Ingatkan Radikalisme di Medsos Incar Anak Muda
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN -
Rapat koordinasi digelar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (18/9) sore.
Dua agenda utama dibahas dalam rapat, yakni penguatan pencegahan dini penyebaran paham radikalisme dan terorisme yang menyasar generasi muda melalui media sosial, serta dukungan pemerintah daerah terkait dana hibah 2027 yang belum ada kejelasan.
Ketua FKPT Kalsel Muhammad Fauzi Makki mengatakan, penyebaran paham radikalisme di kalangan anak-anak menjadi perhatian serius seiring semakin luasnya penggunaan media sosial.
"Paham radikalisme di kalangan anak-anak semakin merebak, terutama melalui media sosial. Ini juga berkaitan dengan adanya peristiwa ledakan bom di lingkungan SMAN 72 Jakarta beberapa waktu lalu," ujarnya.
Menurut Fauzi, pada tahun 2026 ini FKPT Kalsel akan fokus pada sosialisasi bahaya dan pencegahan terorisme. Hasil penelitian tahun 2025 akan dijadikan pijakan dalam melaksanakan program kegiatan.
Baca juga: 29 Rumah Hangus dalam 12 Hari, BPBD dan Damkar HST: Jangan Pakai Stop Kontak Berlebihan
Baca juga: Bangkai Kapal Virgo Masuk ke Kedalaman 29 Meter, Tim Penyelam TNI AL Pasang Tali Tambat
"Pada 2026 ini kita fokus pada kegiatan sosialisasi bahaya dan pencegahan terorisme di Kalsel. Penelitian 2025 kita jadikan pijakan dalam melaksanakan program kegiatan FKPT," katanya.
Ia menjelaskan, sesuai tugas dan fungsi, FKPT menjalankan program seperti memperkuat partisipasi masyarakat dalam pencegahan terorisme melalui edukasi, literasi, dialog, dan kerja sama lintas sektor, termasuk menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah melalui Kesbangpol.
"Selama ini sinergi dengan pemerintah daerah bagus dan tetap jalan, terutama dengan Kesbangpol Provinsi Kalsel," ungkapnya.
Terkait operasional, Fauzi mengungkapkan FKPT Kalsel sebelumnya memperoleh dana hibah dari Pemerintah Provinsi Kalsel, namun bantuan tersebut tidak diberikan setiap tahun sesuai ketentuan. Terakhir FKPT menerima pada 2025.
Ia menyayangkan nilai bantuan yang cenderung menurun sejak 2018. Untuk 2027, pihaknya belum dapat memastikan apakah dana hibah kembali diberikan.
"Kita berharap tidak hanya FKPT, tetapi berbagai forum lain juga mendapat dukungan dana hibah dari pemerintah daerah. Jangan sampai dinolkan," ujarnya.