WARTABANJAR.COM, BATULICIN –  
Pengrajin Tenun Pagatan mampu meningkatkan kapasitas produksi usai mendapatkan bantuan peralatan yang diberikan melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian.

Program dukungan Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif ini membuat proses pengerjaan lebih cepat sekaligus membuka kesempatan bagi kelompok perajin untuk menambah tenaga kerja.

Pengrajin sekaligus anggota Kelompok Generasi Tenun Mandiri, Abdul Aziz mengatakan bantuan tersebut sudah dimanfaatkan dalam kegiatan produksi.

Perubahan paling terasa pada waktu pengerjaan kain yang kini jauh lebih singkat.

“Dulu satu bulan itu paling dapat satu. Sekarang 20 hari bisa dapat 10,” kata Abdul Aziz, Rabu (16/9/2026).

Baca juga: 29 Rumah Hangus dalam 12 Hari, BPBD dan Damkar HST: Jangan Pakai Stop Kontak Berlebihan

Baca juga: Bangkai Kapal Virgo Masuk ke Kedalaman 29 Meter, Tim Penyelam TNI AL Pasang Tali Tambat

Ia menyebut peningkatan itu membuat produksi kelompok naik sekitar 90 persen. Seiring bertambahnya kapasitas, kelompok juga dapat melibatkan lima pekerja tambahan dalam proses produksi.

Dukungan peralatan yang diberikan Pemkab Tanah Bumbu memang mencakup kebutuhan produksi dari hulu hingga penyelesaian kain. 

Selain lima alat tenun besar dan tiga alat tenun kecil, bantuan tersebut terdiri atas mesin obras, mesin jahit, mesin potong bahan kain, mesin overdeck, mesin neci benang, mesin jahit kulit sepatu, mesin jahit industrial, hingga setrika uap boiler. Total bantuan bernilai Rp264.536.850. 

Bagi kelompok, keberadaan alat tersebut memberi kesempatan untuk meningkatkan jumlah produksi tanpa mengubah keterampilan utama yang menjadi ciri Tenun Pagatan. 

Proses menenun tetap dijalankan, sementara penggunaan alat yang lebih memadai membantu mempercepat pengerjaan.

Tenun Pagatan sendiri telah menjadi keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun. 

Abdul Aziz menyebut tradisi tersebut telah berlangsung sejak abad ke-17 dan terus diteruskan hingga generasi sekarang.

Hasil produksi kelompok pun tidak hanya beredar di Tanah Bumbu. Menurut Abdul Aziz, permintaan justru banyak datang dari luar daerah.