WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), semakin pekat menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Kondisi tersebut ditandai dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang mencapai 2.496 dan masuk kategori berbahaya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong, Haris Fakhrozi, mengatakan kondisi asap yang menyelimuti Tabalong berasal dari asap karhutla yang terbawa angin dari wilayah lain.

"Asap yang ada di Tabalong ini terbawa angin dari wilayah lain," kata Haris.

Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Tabalong menyiapkan ratusan boks masker untuk dibagikan kepada masyarakat.

Masker tersebut didistribusikan melalui pemerintah kecamatan, agar dapat disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Haris mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi kualitas udara memburuk.

"Kalau memang harus keluar rumah, kami mengimbau masyarakat menggunakan masker," ujarnya.

Kabut asap juga mulai dirasakan mengganggu aktivitas warga. Septiana, warga Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, mengatakan kepekatan asap terasa hingga ke tenggorokan.

Baca Juga: Pemkab Tabalong Uji Coba Ganjil Genap untuk Pembelian BBM Bersubsidi di SPBU

Baca Juga: Bawaslu Tabalong-PWI Perkuat Sinergi Kehumasan di Masa Non-Tahapan Pemilu

Bahkan, menurut dia, asap turut masuk ke dalam rumah, meski pintu dan jendela telah ditutup.

"Terasa sampai ke tenggorokan. Asap juga masuk ke dalam rumah dan membuat mata terasa pedih," tutur Septiana.

Warga berharap kondisi tersebut segera membaik, dan kabut asap dapat berangsur-angsur hilang, sehingga masyarakat kembali dapat beraktivitas dengan nyaman. (wartabanjar.com)