Karhutla di Lahan Gambut Kalsel Tak Kunjung Padam, Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan Lagi
Dalam satu kali pengangkutan, bahan penyemaian yang dibawa diperkirakan sekitar satu hingga dua ton. Sementara durasi penerbangan bergantung pada kondisi awan, mulai sekitar satu hingga tiga jam.
“Kalau dia bagus, mungkin satu jam bisa turun. Dan juga bisa dua jam, bisa tiga jam. Tergantung ada gelombang awan yang kita gunakan,” jelas Herman.
Koordinator Lapangan Operator PT Milan Pillery Bersatu, Abdul Arsyad, mengatakan seluruh penerbangan OMC mengacu pada data dan analisis BMKG. Tim operator hanya dapat melakukan penyemaian apabila terdapat awan yang memenuhi persyaratan.
“Jika terdapat potensi awan baru bisa kita optimalkan dengan adanya MC. Namun jika tidak, kita belum bisa melaksanakan karena kita juga membutuhkan awan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut,” ujarnya.
Meski OMC berjalan, operasi water bombing tetap dilakukan.
Herman menyebut patroli udara akan menentukan lokasi yang membutuhkan pemadaman, kemudian informasi tersebut diteruskan kepada operator untuk ditindaklanjuti dengan water bombing maupun pengerahan pasukan darat.
Dengan kombinasi water bombing, operasi darat, pemantauan drone thermal dan OMC, BNPB berharap titik-titik karhutla, khususnya di kawasan bergambut, dapat ditekan sebelum bara di bawah permukaan kembali memicu kebakaran baru. (Wartabanjar.com)