Sikapi SE Disdik Banjarbaru, SDN 01 Sungai Ulin Pilih PTM Secara Situasional
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – SDN 01 Sungai Ulin, Kota Banjarbaru, memilih tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM), menyikapi Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru yang mulai diberlakukan pada Kamis, 3 September 2026.
Surat edaran tersebut memberikan pilihan kepada sekolah di wilayah Kota Banjarbaru, untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ), dengan mempertimbangkan kondisi di masing-masing sekolah.
Hal tersebut disampaikan Dwi Rahayu MMPd, Guru Kelas 4 SDN 01 Sungai Ulin, saat ditemui di lingkungan SDN 01 Sungai Ulin, Banjarbaru, Kamis (03/09/2026).
Dwi Rahayu mengatakan, sebelum menentukan pilihan pembelajaran, pihak sekolah terlebih dahulu melakukan survei atau polling kepada orang tua murid.
Dari hasil survei tersebut, mayoritas orang tua murid memilih agar kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara tatap muka.
“Orang tua murid banyak memilih pembelajaran tatap muka. Setelah survei, hasilnya juga dirapatkan dengan dinas,” ujar Dwi Rahayu.
Menurutnya, pilihan PTM tersebut juga tidak berarti sekolah mengabaikan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelaksanaan pembelajaran tetap bersifat situasional, sehingga dapat dievaluasi kembali apabila kondisi udara mengalami penurunan.
Baca Juga: BMKG Syamsudin Noor Pantau Hotspot Karhutla Kalsel, Peringkat Bahaya Kebakaran Tinggi
Baca Juga: Karhutla Banjarbaru, Alfamart Salurkan Bantuan Logistik untuk Relawan
“PTM ini situasional. Jadi tidak harus PTM terus. Kalau kondisi udara atau asap kembali seperti itu, nanti bisa dikoordinasikan dan dirapatkan lagi,” katanya.
Saat wawancara berlangsung, kondisi udara di sekitar SDN 01 Sungai Ulin dinilai masih relatif kondusif.
Kabut asap belum terlalu berdampak terhadap aktivitas belajar mengajar di lingkungan sekolah.
Meski demikian, Dwi Rahayu menyebut kondisi udara di wilayah tempat tinggal guru maupun siswa dapat berbeda. Karena itu, sekolah tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan.
SDN 01 Sungai Ulin memiliki sekitar 12 kelas, dengan jumlah siswa diperkirakan mencapai 300 orang.
Dwi Rahayu juga menilai, penerapan PJJ memiliki sejumlah kendala. Salah satunya adalah keterbatasan perangkat komunikasi yang dimiliki sebagian orang tua siswa.