WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Dua kebakaran di kala subuh kembali terjadi di Banjarmasin.

Sejumlah bangunan rumah dan sekolah menjadi sasaran amukan api yang berkobar, Kamis (3/9/2026).

Kebakaran pertama terjadi sekira pukul 04.00 Wita di Gang Damai Kelurahan Kebun Bunga kawasan Jalan Pandu.

Di sini rumah warga yang dikabarkan ludes dilalap api.

Tidak lama kemudian, api juga berkobar di kjawasan Jalan Anang Adenansi seberang Lapangan Kamboja.

Bangunan SD Antasan Besar 1 diamuk si jago merah.

Lokasi kebakaran ini berada dekat dengan Hotel Arya Barito.

Warga setempat pun panik berusaha menyelamatkan rumahnya agar tidak ikut terjilat kobaran api.

Bersama para relawan barisan pemadaman kebakaran (BPK) dan petugas mereka berjibaku melakukan pemadaman dan mencegah api menjalar ke bangunan lain.

Belum diketahui penyebab dan kerugian kebakaran di kedua tempat tersebut.

Saat berita ini ditayangjan api masih membara di kedua tempat.

Wartabanjar.com pun masih mengumpulkan informasi lebih lanjut di lokasi kebakaran

Baca Juga: Diduga Sengaja Bakar Lahan, Empat Perusahaan di Kalsel Disegel Kementerian LH

Baca Juga: Tersangka Pembakar Toko di Jalan Pramuka Banjarmasin Ditangkap Saat Tidur di Rumah Nenek

Perlu diketahui, ada beberapa penyebab kebakaran:

1. Aktivitas Listrik

Korsleting: Hubungan arus pendek memicu percikan api.

Beban berlebih: Menumpuk colokan pada satu stopkontak.

Kabel rusak: Kabel terkelupas, digigit tikus, atau rapuh.

Alat elektronik: Mengisi daya gawai terlalu lama di atas kasur.

2. Kelalaian Manusia

Kompor gas: Kebocoran selang tabung elpiji  saat memasak.

Puntung rokok: Membuang puntung yang masih menyala sembarangan.

Lilin / Korek: Meninggalkan lilin menyala tanpa pengawasan.

Bakaran sampah: Meninggalkan api sampah sebelum benar-benar padam.

3. Reaksi Kimia

Bahan bakar: Gas murni, bensin, minyak, atau tinner.

Gas mudah terbakar: Akumulasi gas metana di tempat tertutup.

Penyimpanan buruk: Menyimpan bahan kimia dekat sumber panas.

Efek gesekan: Percikan api akibat gesekan zat kimia tertentu.

4. Kegagalan Mekanis

Mesin panas: Suhu mesin kendaraan atau pabrik terlalu tinggi.