Dinsos Tabalong Tingkatkan Kapasitas Pengelola Tempat Penitipan Anak Melalui Program Tamasya
WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, meningkatkan kapasitas pengelola Tempat Penitipan Anak (TPA) dalam pencatatan dan pelaporan.
Upaya tersebut dilakukan untuk mendorong TPA memenuhi empat layanan dalam program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).
Sebanyak 40 pengelola TPA yang telah terdaftar dalam aplikasi Tamasya, mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas pencatatan dan pelaporan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, dengan menghadirkan narasumber dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Materi yang diberikan berfokus pada tata cara pencatatan dan pelaporan, sebagai bagian dari upaya memastikan empat layanan Tamasya dapat diterapkan di setiap TPA.
Empat layanan tersebut mencakup peningkatan kompetensi pengasuhan, pemantauan tumbuh kembang anak, pendampingan keluarga, serta layanan rujukan.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB Dinsos P3AP2KB Tabalong, dr Syaifullah, mengatakan pencatatan dan pelaporan menjadi bagian penting dalam pencapaian target program Tamasya.
Baca Juga: Rumah Kemasan PLUT Tabalong Beri Layanan Desain Kemasan Gratis bagi UMKM
Baca Juga: 13 Motor Diduga Terlibat Balap Liar di Jalan Nan Sarunai Tabalong Diamankan Polisi
“Saat pelatihan kita menghadirkan narasumber dari Provinsi Kalimantan Selatan, dan tujuannya adalah untuk pencapaian terkait dengan pencatatan pelaporan di mana target utamanya adalah empat layanan harus terpenuhi,” ujar Syaifullah, Kamis (03/09/2026).
Menurutnya, penguatan kapasitas pengelola diharapkan dapat membuat pelaksanaan layanan di TPA lebih terarah, dan sesuai dengan tujuan program Tamasa.
Selain meningkatkan kualitas pengasuhan anak, program tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Keluarga, serta menurunkan risiko stunting.
Penguatan peran orang tua juga menjadi bagian dari program, melalui kelas pengasuhan dan sistem rujukan.
Dengan pencatatan dan pelaporan yang lebih baik, layanan pengasuhan anak di TPA diharapkan dapat berjalan secara optimal, terintegrasi, serta mendukung tumbuh kembang anak. (wartabanjar.com)