WARTABANJAR.COM - Meski kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel), kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami penurunan pada pekan ke-33. 

Kasus ISPA rata-rata sebelumnya sekitar 5.000. Setelah terjadi kondisi berasap, meningkat menjadi sekitar 7.000, tetapi mengalami penurunan di minggu ke-33. 

Sebanyak 3.990 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kalimantan Selatan. 

Hal ini berdasarkan data sementara gabungan laporan Puskesmas dan Rumah Sakit pada Minggu Epidemiologi (ME) ke-34. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.506 kasus berasal dari Puskesmas dan 484 kasus dilaporkan oleh Rumah Sakit.

Meski demikian, angka kasus masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan kondisi sebelum terjadinya peningkatan paparan kabut asap.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, mengatakan tren penurunan tersebut menjadi perkembangan positif di tengah upaya pemerintah meningkatkan perlindungan dan pelayanan kesehatan masyarakat terdampak kabut asap.

Baca Juga Menhut Sebut Hotspot Karhutla Kalimantan Turun, Tiap Hari Ditagih Data oleh Seskab Teddy

Baca Juga Arsitek Kalsel Minta Jangan Tunggu Makan Korban Soal Rencana Pemko Banjarmasin Periksa Jembatan Tua

“Kasus ISPA rata-rata sebelumnya sekitar 5.000. Setelah terjadi kondisi berasap, meningkat menjadi sekitar 7.000. Tetapi minggu kemarin, yaitu minggu ke-33, sudah agak menurun dibandingkan minggu ke-32,” ujar Diauddin di Banjarmasin, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, penurunan kasus pada pekan terakhir diharapkan menjadi awal dari tren yang terus membaik. Namun, masyarakat tetap diminta tidak lengah karena jumlah kasus masih berada di atas kondisi normal sebelum terjadinya kabut asap.

“Mudah-mudahan trennya akan semakin turun, walaupun saat ini masih tinggi dibandingkan sebelum terjadinya kabut asap,” katanya.

Diauddin menegaskan, Dinas Kesehatan Kalsel bersama jajaran kesehatan di kabupaten/kota terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus ISPA. Surveilans dilakukan untuk melihat kecenderungan kasus sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang diperlukan.