Rekayasa Satu Arah Jalan Barjad Diperpanjang, Penjualan Pedagang Ikut Terdampak
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Penerapan sistem satu arah di Jalan Barjad, Banjarbaru, mendapat tanggapan beragam dari pedagang yang berada di kawasan tersebut.
Sebagian pedagang menilai kebijakan itu efektif mengurai kemacetan, namun di sisi lain mereka mengaku akses warga dan arus calon pembeli menjadi lebih terbatas.
Berdasarkan pemberitahuan Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru, rekayasa lalu lintas satu arah di Jalan Barjad yang sebelumnya diberlakukan sejak 26 Agustus 2026, kini diperpanjang hingga 3 September 2026.
Perpanjangan tersebut dilakukan dalam rangka evaluasi terhadap dampak penerapan sistem satu arah.
Pantauan dan wawancara Wartabanjar.com, Selasa (01/09/2026), menunjukkan adanya perbedaan pengalaman di kalangan pedagang.
Salah seorang pedagang, Somad, mengatakan kebijakan tersebut sejauh ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap pendapatannya, karena mayoritas pelanggan sudah mengenal warungnya.
Menurutnya, pelanggan yang sudah terbiasa datang tetap akan mencari akses menuju warung meskipun harus memutar.
Ia pun memilih mengikuti kebijakan pemerintah, selama penerapannya ditujukan untuk kepentingan masyarakat dan mengurangi kemacetan.
Baca Juga: Gubernur Muhidin Pantau Karhutla di Landasan Ulin Banjarbaru, Api Masih Membara di Lahan Gambut
Baca Juga: Akademisi Nilai Inovasi Polda Kalsel Padamkan Karhutla di Lahan Gambut Cukup Menjanjikan
“Yang terbaik saja. Jangan sampai kita terlalu memaksakan atau malah menyalahkan. Mungkin mereka juga sudah melalui beberapa pertimbangan,” katanya.
Namun, pengalaman berbeda disampaikan pedagang lainnya, Maya, yang telah menjalankan usaha di kawasan tersebut .
Ia mengaku penerapan satu arah mulai berpengaruh terhadap jumlah pelanggan, terutama pada pagi hari.
“Kalau pagi memang berkurang. Biasanya lumayan ramai, sekarang lebih sepi. Jadi sementara mengandalkan malam,” ungkap Maya.
Maya berharap pemerintah mempertimbangkan kembali sistem dua arah, karena tidak hanya menyangkut aktivitas perdagangan, tetapi juga akses warga yang tinggal di kawasan sekitar.
Menurutnya, warga yang hanya ingin menuju lokasi yang sebenarnya berdekatan, kini harus mengambil jalur memutar.