WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Bandara Syamsudin Noor, Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, belum sepenuhnya berakhir. 

Meski kobaran api di permukaan mulai berkurang, panas dan asap masih ditemukan dari dalam tanah gambut.

Kondisi tersebut diketahui saat Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin turun langsung meninjau lokasi bersama Kapolda Kalsel dan Dirjen terkait, Senin (31/8/2026).

Muhidin bahkan ikut melakukan pengecekan langsung dengan memasukkan pipa sepanjang sekitar dua meter ke dalam tanah untuk mengetahui kondisi gambut di bawah permukaan.

“Dari kemarin Jumat sampai hari ini masih belum padam. Ternyata apinya di dalam,” kata Muhidin di lokasi.

Menurut Muhidin, karhutla di lahan gambut memiliki karakter berbeda karena api dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan tanah.

Baca Juga Ada yang Naik, Harga BBM Per 1 September 2026 Berubah Lagi, Cek untuk Kalsel

Baca Juga Empat Hari Berjibaku Melawan Karhutla, Relawan Bulungan Kaltara Meninggal di Atas Alkon

Karena itu, ketika api di permukaan sudah tidak terlihat, bukan berarti kawasan tersebut benar-benar aman.

Dalam pengecekan yang dilakukan bersama tim, masih ditemukan panas di dalam tanah.

Namun, Muhidin menyebut panas tersebut sudah jauh berkurang setelah dilakukan pembasahan.

“Setelah saya memasukkan sendiri itu ternyata di dalam ada panas, cuma kurang sudah,” ujarnya.

Pemprov Kalsel kemudian menerapkan metode pembasahan dengan memasukkan pipa ke dalam tanah gambut.

H Muhidin menyebut Pemprov Kalsel memiliki sekitar 60 unit peralatan yang dapat digunakan untuk mendukung penanganan karhutla dengan metode tersebut.

Tak hanya menggunakan air, dalam uji coba di lapangan juga digunakan campuran deterjen.

Sementara itu, Kapolda Kalsel memiliki metode pencampuran bahan lain yang disebut Muhidin lebih murah dibanding penggunaan deterjen.

Bagi Muhidin, keberadaan asap menjadi salah satu indikator penting dalam memastikan api di lahan gambut benar-benar padam.

Ia mengingatkan agar penanganan tidak berhenti hanya karena api di permukaan sudah tidak terlihat.