WARTABANJAR.COM - Kabut asap masih menyelimuti sebagian wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) di prakiraan cuaca hari ini, Senin (31/8/2026). 

Kota Banjarbaru, Banjarmasin, Barito Kuala, Banjar, Tapin, Tanah Laut diprediksi terdampak kabut asap yang diprediksi pada pagi hari pukul 05.00 WITA. 

Pada pukul 08.00 WITA kabut asap masih melanda Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala. 

Sebagian wilayah lagi dilanda udara kabur, seperti Tapin, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, dan Tanah Laut. 

Mulai pukul 11.00 WITA, hampir seluruh wilayah Kalsel cerah. 

Kecuali Banjarmasin, Tanah Bumbu, Kotabaru. 

Adapun suhu maksimum mencapai 36 derajat celcius. 

Baca Juga Tumbang Nusa Kalteng Memanas, Api Karhutla Kepung Jalur Banjarmasin-Palangka Raya

Baca Juga Satgas Darat Sebulan Lebih Basahi Hutan Lindung Banjarbaru, Titik Api Kembali Muncul Setelah

Sebelumnya Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan warga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas yang terjadi selama periode musim kemarau.

Menurutnya, berkurangnya tutupan awan membuat intensitas radiasi matahari yang mencapai permukaan bumi semakin tinggi.

"Sektor kesehatan juga sama krusialnya. Cuaca panas biasanya menyertai musim kemarau karena tutupan awan cenderung minim selama periode ini," ujar Ardhasena.

BMKG mencatat suhu maksimum harian di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan, Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan Papua, telah mencapai kisaran 30–34 derajat Celsius.

Selain suhu yang meningkat, kualitas udara juga berpotensi memburuk akibat debu di atmosfer dan ancaman kabut asap dari kebakaran hutan maupun lahan. 

BMKG menilai kondisi tersebut dapat memperbesar risiko gangguan kesehatan pernapasan.

"Penurunan kualitas udara berkaitan langsung dengan peningkatan infeksi saluran pernapasan akut di kalangan masyarakat," ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pekerja luar ruangan, agar memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pelindung kepala dan kacamata hitam, serta mengaplikasikan tabir surya guna mengurangi paparan radiasi ultraviolet (UV). (Wartabanjar.com)