UIN Antasari Banjarmasin Desak Kecelakaan Kapal Virgo Dievaluasi, Dua Lulusan Jadi Korban Meninggal
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Penemuan jenazah Muhammad Abdiannor (30) dan Yuli (29), yang menjadi korban tenggelamnya kapal Virgo Transport 8, menimbulkan duka mendalam bagi keluarga besar Universitas IsIam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin.
Suami-istri (pasutri) warga Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tersebut merupakan alumni UIN Antasari.
Keduanya lulusan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK).
"Mereka angkatan 2014," kata Koordinator Pusat Humas dan Keterbukaan Informasi UIN Antasari Banjarmasin, Fajrianor, kepada Wartabanjar.com, Minggu (2/09/2026).
Disampaikan Fajrianor, Pasutri M. Abdiannor dan Yuli, keduanya adalah alumni PAI FTK UIN Antasari Banjarmasin angkatan tahun 2014.
"Mereka suami istri alumni jurusan PAI FTK angkatan 2014," katanya.
Baca juga: Keluarga Penumpang Kapal Virgo Asal NTT Masih Menunggu Kabar
UIN Antasari pun melayangkan ucapan berbelasungkawa atas berpulangnya Abdiannor dan Yuli.
Selain belasungkawa atas apa yang terjadi pada seluruh korban, UIN Antasari menegaskan pihak yang bertanggung jawab harus memenuhi hak mereka dan dan ada evaluasi atau kecelakaan ini.
"Kami turut berduka, semoga hak semua penumpang terpebuhi dengn baik, semoga proses evakuasi berjalan lancar, dan harus ada evaluasi dan tindak lanjut juga sesudahnya," kata Fajrianor.
Jumat (18/09/2026) malam, jenazah Abdiannor, Yuli serta Surya (59) warga Kabupaten Tapin ditemukan dan dievakuasi petugas SAR ke pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Ketiga jenazah tersebut dievakuasi menggunakan kapal Basarnas KN Kamajaya dan tiba sekitar pukul 23.00 Wita.
Begitu turun dari KN Kamajaya, ketiga jenazah yang dimasukkan ke dalam kantong mayat Basarnas langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin menggunakan tiga ambulans untuk diidentifikasi.
Kapal bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Kapal Virgo yang membawa 243 penumpang itu terbalik di Laut Jawa perairan Kalsel pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita dan tenggelam pada pagi.