Polda Kalsel Uji Tepung untuk Karhutla di Guntung Damar Banjarbaru, Hasil Awal Api Langsung Padam
Kolam tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan air dalam pemadaman, terutama di lokasi yang sumber airnya sulit dijangkau.
”Untuk kawasan Guntung Damar, Polda Kalsel juga berencana menempatkan kolam bioflok berkapasitas 12.000 liter, karena kebakaran telah berlangsung selama sekitar sepekan,” beber Kapolda.
Ia juga menjelaskan penempatan kolam dibuat sedekat mungkin dengan titik api, agar proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat.
“Jadi sebelum di Guntung Damar, kanal-kanalnya bisa dialiri air, kita coba meletakkan kolam-kolam bioflok ini mendekatkan ke titik api, sehingga upaya kita untuk pemadaman di titik-titik api lebih mudah,” tuturnya.
Di sisi lain, penanganan karhutla juga terus dilakukan melalui proses penegakan hukum.
Kapolda menyebutkan, jumlah tersangka kasus karhutla di Kalsel bertambah dari tiga menjadi lima orang.
”Tersangkanya ada di wilayah hukum Tabalong, Hulu Sungai Selatan (HSS), Banjarbaru dan Tanah Bumbu,” ucapnya.
Selain lima tersangka tersebut, Polda Kalsel masih mendalami 20 pihak lainnya yang diduga berkaitan dengan kasus karhutla.
Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya merupakan pihak korporasi yang masih dalam proses penyelidikan, untuk memastikan ada tidaknya unsur kesengajaan maupun kelalaian.
Kapolda mengatakan pihaknya belum dapat mengumumkan identitas korporasi, karena masih membutuhkan pendalaman dan alat bukti yang cukup.
“Nanti untuk korporasi masih kita dalami. Perlu penyelidikan mendalam dan kita perlu mengumpulkan alat bukti yang cukup, baru nanti bisa kita umumkan,” pungkasnya. (wartabanjar.com)