WARTABANJAR.COM, GAMBUT - Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) saat ini terjadi di belakang Komplek Permata Hijau, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Selasa (25/8/2026).

Dari video yang diterima wartabanjar.com, kobaran api karhutla berada di belakang pemukiman warga. 

Saat ini rekanan Damkar sedang melakukan penyemprotan, namun api terus membesar. 

Angin kencang diduga jadi penyebab api semakin membesar dan mengarah ke pemukiman warga. 

Karhutla juga terjadi di Desa Bahandang, Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala. 

Saat ini api yang membakar lahan terus melebar dan belum menunjukkan penurunan. 

Baca Juga Menonton Video Pendek Ternyata Bisa Membuat Otak Menjadi Kurang Aktif

Baca Juga Dishub Banjarbaru Uji Coba Sistem Satu Arah di Jalan Barjad Mulai 26 Agustus

Hingga 23 Agustus 2026, tercatat 1.818 kejadian karhutla di Kalsel dengan perkiraan luas lahan terbakar mencapai 8.620 hektare.

Data tersebut disampaikan Arian, Kasubdit Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, saat memaparkan kondisi terkini penanganan karhutla di Pos Lapangan 1 Penanganan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kekeringan Kalsel 2026, Jalan Bangun Praja, Banjarbaru, Senin (24/8/2026).

Dalam pemaparannya, Arian mengatakan angka tersebut berdasarkan hasil pemantauan visual di lapangan. 

Namun, angka luasan lahan terbakar masih akan dianalisis dan dihitung kembali bersama Kementerian Kehutanan untuk mendapatkan data resmi.

“Sampai dengan tanggal 23 kemarin, ada 1.818 kali kejadian kebakaran hutan dan lahan yang sudah tercatat, dengan perkiraan luas lahan terbakar 8.620 hektare berdasarkan hasil pantauan visual di lapangan,” kata Arian.

Ia menjelaskan, tiga daerah dengan jumlah kejadian karhutla tertinggi berada di Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Tanah Laut.

Sementara berdasarkan perkiraan luasan lahan terbakar, Kabupaten Banjar menjadi daerah dengan luasan tertinggi, disusul Tanah Laut dan Banjarbaru.

Arian menyebut saat ini terdapat delapan kabupaten/kota yang telah menetapkan status siaga darurat karhutla.

Kedelapan daerah tersebut yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, Barito Kuala, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Balangan.