WARTABANJAR.COM, BARABAI – Permainan tradisional Badaku dan Basimban Sihi kembali dimainkan warga Desa Banua Asam, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan, dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kedua permainan tersebut dilombakan khusus untuk perempuan itu diikuti sekitar 50 ibu-ibu warga Desa Banua Asam.

Sekretaris Desa Banua Asam, Marianti, mengatakan permainan tradisional sengaja diangkat kembali untuk mengenalkan budaya permainan masyarakat kepada generasi muda yang kini lebih akrab dengan permainan digital.

“Sekarang anak-anak lebih kenal Mobile Legends daripada Badaku dan Basimban Sihi. Dengan diangkat lagi lewat lomba 17-an, permainan seperti ini jadi hidup lagi agar tidak punah dimakan zaman,” ujar Marianti, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, lomba permainan tradisional juga menjadi cara sederhana untuk mempererat hubungan antarwarga. Permainan tersebut tidak membutuhkan kemampuan khusus sehingga dapat diikuti berbagai kalangan.

Baca Juga Menonton Video Pendek Ternyata Bisa Membuat Otak Menjadi Kurang Aktif

Baca Juga Dishub Banjarbaru Uji Coba Sistem Satu Arah di Jalan Barjad Mulai 26 Agustus

“Semua kalangan bisa memainkan permainan ini, dari bapak-bapak, ibu-ibu sampai kakek nenek. Jadinya ramai dan mengundang tawa. Apalagi bagi yang sudah tua, bisa nostalgia, dulu waktu kecil main ini,” katanya.

Selain lomba Badaku dan Basimban Sihi, rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan di Desa Banua Asam juga diisi jalan santai bersama warga yang diikuti berbagai usia, mulai balita hingga orang dewasa.

Anak-anak juga mengikuti lomba makan kerupuk yang turut menambah suasana kemeriahan perayaan kemerdekaan di desa tersebut.

Marianti berharap pada perayaan HUT RI tahun depan, kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan lebih maksimal, termasuk mengangkat permainan tradisional lainnya.

“Semoga tahun depan kami bisa melaksanakan kegiatan lebih maksimal lagi dan kembali mengangkat lomba-lomba tradisional lainnya,” ujarnya.(wartabanjar.com)