Karhutla Kembali Landa Guntung Damar Banjarbaru, Petugas Gabungan Langsung Evakuasi Warga
Akibat terhirup asap selama tiga hari, kini kedua anak Sri mengalami batuk-batuk sehingga tidak diperbolehkan sering keluar rumah.
Ia menambahkan belum menerima perawatan Dinas Kesehatan Banjarbaru atau pun petugas kesehatan karhutla.
Selain terkena asap, Sri mengungkapkan kompleks tempat tinggalnya masih kesulitan air bersih dan belum memiliki akses pipa dari PDAM, meski telah memiliki sumur bor.
”Tidak layak air sumurnya, kuning dan bau peceran. Jadi saya beli air galon sehari Rp50 ribu,” ucapnya.
Saat ditanya apakah PDAM tidak membuka jalur pipa ke kompleksnya, Sri mengatakan warga dikenai biaya sebesar Rp76 juta.
Dengan satu rumah dikenakan Rp4 juta apabila ingin memasang air PDAM.
”Jadi kami minta keringanan daripada beli air setiap hari,” pungkasnya. (wartabanjar.com)