WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Setelah meninjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Sabtu (22/8/2026), Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan hal yang sama di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Senin (24/8/2026).

Persiapan menyambut kedatangan presiden dibahas dalam rapat yang dipimpin Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di Markas Mangala Agni Daops Kalimantan V/Banjar, Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Minggu (23/8/2026).

Baca juga: Kilas Balik Karhutla Terparah di Kalimantan, Tahun Ini Mengulang 1997, 2015, 2019?

Baca juga: Tersangka Karhutla di Kalsel Gunakan Bambu Berujung Api, 3 Kasus di HSS dan Banjarbaru

Presiden dijadwalkan meninjau langsung kondisi karhutla serta upaya penanganan di sejumlah titik. 

Oleh karena itu, rapat juga membahas penanganan dan pemadaman karhutla. 

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita bersama-sama melakukan pencegahan dan penanganan secara cepat. Jangan sampai api membesar dan dampaknya semakin luas kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pemadaman karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat.

“Karena itu, kita ingin memastikan seluruh jajaran siap dan langkah penanganan karhutla dapat berjalan dengan baik,” jelas Raja Juli.

Usai rapat, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan kondisi karhutla di kawasan Guntung Damar, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

Di lokasi, peserta rapat mendapati sejumlah kendala penanganan seperti keterbatasan sumber air.

Belum diketahui bagaimana solusinya, namun Raja Juli menegaskan pemerintah pusat akan terus melakukan pemantauan dan mengambil langkah cepat terhadap setiap potensi karhutla di Kalsel.

“Intinya kita ingin api segera dikendalikan, asap tidak semakin meluas, dan masyarakat tetap terlindungi. Ini yang menjadi prioritas kita bersama,” ujarnya. 

Pada Sabtu, para petinggi pemerintah daerah dan aparat keamanan di Kalsel seperti Gubernur Muhidin hingga Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali bersiap menyambut presiden. 

Rapat dan peninjauan lokasi karhutla mereka lakukan.