Sapnah, salah seorang warga Kindingan, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membuat masyarakat kembali terlibat dalam pelestarian kuliner lokal.

“Kegiatannya tadi ramai sekali, sebagai hiburan juga untuk kami. Kami ikut lomba memasak katuyung, humbal, tampusing dan anyaman. Kalau tahun depan ada lagi, kami sangat setuju,” ujarnya.

Keramaian festival juga dirasakan pelaku UMKM. Hani, salah seorang penjual, mengaku dagangannya ikut ramai selama kegiatan berlangsung.

“Alhamdulillah ramai tadi berjualan es, keripik. Kalau tahun depan ada lagi kami sangat setuju,” katanya.

Ainun berharap Kindingan Kreatif Festival tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

“Harapannya kegiatan ini tidak hanya sekadar menjadi seremonial, tetapi juga dapat menjadi inovasi serta motivasi bagi masyarakat untuk terus melestarikan budaya dan potensi lokal yang ada di Kindingan,” katanya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat berkembang menjadi agenda yang berkelanjutan dan menginspirasi desa lain.

“Semoga Festival Kindingan Kreatif ini tidak hanya terlaksana di Desa Kindingan saja, tetapi juga bisa menjadi acuan bagi desa-desa lain, untuk melaksanakan festival serupa serta bisa dimasukkan menjadi kalender wajib bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut melibatkan mahasiswa KKN dari Desa Tilahan dan Datar Ajab, Karang Taruna Desa Kindingan, KNPI HST, Komunitas Ekraf dan Pemerintah Desa Kindingan.

Desa Kindingan berada di kawasan Pegunungan Meratus, Kecamatan Hantakan. Dari Barabai, desa ini dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dan memiliki potensi wisata alam, salah satunya Air Terjun Siwalangan atau Tagur Basilawangan. (wartabanjar.com)