Ada pula Talkshow atau Bedah Buku (TABU), yang menjadi ruang untuk membahas dan mengulas buku.

Selain rangkaian kegiatan edukatif dan kreatif, Dispersip juga memberikan apresiasi kepada peserta lomba resensi buku tingkat SMP dan SMA sederajat.

Penghargaan turut diberikan kepada 10 pemustaka, dengan jumlah kunjungan dan peminjaman buku terbanyak selama periode satu tahun.

”Jadi perpustakaan tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga ruang belajar, berkreasi dan mengembangkan kemampuan literasi masyarakat,” pungkas Kencana. (wartabanjar.com)