Kabut Asap Sudah Sepekan Selimuti Gambut, Ibu Hamil Sulit Cari Udara Segar Khawatirkan Janin
Untuk penanganan kabut asap, Age berharap pemerintah tidak hanya merespons dampaknya, tetapi juga segera menangani sumber asap dari titik-titik kebakaran.
“Tindakan maksimal dari Satgas Karhutla untuk segera memadamkan titik-titik api di lahan agar sumber polusi udara tidak terus memburuk,” harapnya.
Penanganan tersebut, menurutnya, juga perlu dibarengi penegakan hukum terhadap pembakaran lahan.
“Penegakan hukum yang tegas dan tanpa kompromi terhadap pelaku pembakaran lahan, baik perorangan maupun korporasi,” tegasnya.
Perhatian khusus terhadap kelompok rentan juga diharapkannya, termasuk bagi ibu hamil yang harus beraktivitas di tengah kabut asap.
“Penyediaan dan distribusi gratis masker standar khusus, seperti N95 atau KN95, yang efektif menyaring partikel halus bagi ibu hamil di posko kesehatan atau puskesmas terdekat,” pintanya.
Selain perlindungan melalui masker, Age berharap tersedia ruang evakuasi atau rumah singgah dengan udara bersih bagi ibu hamil yang rumahnya terdampak kabut asap pekat.
“Pendirian ruang evakuasi atau rumah singgah khusus berudara bersih bagi ibu hamil yang rumahnya terdampak pekatnya kabut asap,” ujarnya.
Ia juga berharap pelayanan pemeriksaan kehamilan dan penanganan gangguan pernapasan bagi ibu hamil dapat lebih mudah diakses ketika kondisi memburuk.
“Optimalisasi pelayanan antenatal jemput bola atau subsidi layanan darurat kesehatan pernapasan khusus ibu hamil di puskesmas dan rumah sakit,” pungkasnya. (wartabanjar.com)