Didesak Pemko Balikpapan, Pertamina Tambah Layanan Pertalite di Lima SPBU Atasi Antrean
Jam operasional pelayanan Biosolar ditambah menjadi 24 jam di SPBU Kilometer 13 dan SPBU Kilometer 15.
Sebelumnya Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengatakan penambahan titik pengisian pertalite juga merupakan hasil pendataan.
"Kami memang sudah melakukan pengecekan lapangan, hampir 90 persen itu roda dua. Kalau pagi hari so far normal, kemudian siang sedikit antrean. Namun, puncaknya pada sorenya saat masyarakat pulang bekerja itu selalu singgah untuk beli BBM Pertalite. Untuk itu kami siapkan titik-titik SPBU tadi yang existing," katanya usai mengikuti rapat mengenai penyaluran BBM di Balai Kota Balikpapan, Jumat (15/8/2026).
Sebaran lokai ini telah dievaluasi berdasarkan kondisi geografis dan pola pergerakan kendaraan.
Wahyudi pun menyampaikan lonjakan antrean kerap terjadi pada sore bertepatan pada jam pulang kerja masyarakat.
"Kita memang sudah melakukan pengecekan lapangan, hampir 90 persen itu roda dua. Kalau pagi hari so far normal, kemudian siang sedikit antrean. Namun, puncaknya pada sorenya saat masyarakat pulang bekerja itu selalu singgah untuk beli BBM Pertalite. Untuk itu kami siapkan titik-titik SPBU tadi yang existing," jelasnya.
Dia memastikan antrean bukan disebabkan oleh persoalan kekurangan pasokan BBM.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat masyarakat beralih ke pertalite.
Terpisah, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud menekankan penyaluran pertalite belum bisa langsung berjalan.
Pemkot masih memastikan persyaratan teknis dan perizinan untuk titik baru tersebut.
Selain itu, pendistribusian BBM bersubsidi akan diperketat.
"Kami akan terus memantau. Jika memang kebutuhan masyarakat meningkat dan diperlukan tambahan kuota, tentu kami akan komunikasikan dengan pemerintah pusat melalui mekanisme yang berlaku," kata Rahmad. (wartabanjar.com)