WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Seorang lansia berusia 67 tahun asal Bandung rela merantau ribuan kilometer ke Kabupaten Tanah Laut, demi memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus mengais rezeki musiman dengan berjualan bendera di Pelaihari, Kamis (13/08/2026).

Fenomena pedagang bendera dan umbul-umbul Merah Putih yang menghiasi sudut-sudut Kota Pelaihari, setiap bulan Agustus menjadi pemandangan khas menjelang HUT ke-81 RI. 

Rata-rata para penjual yang memadati trotoar jalan tersebut, merupakan warga dari luar Kalimantan Selatan, yang sengaja datang untuk memanfaatkan momen tahunan.

Salah satunya adalah Uhor, warga Bandung yang sehari-hari bekerja sebagai penjual siomay di kota asalnya. 

Uhor bertolak dari Jawa Barat sejak 15 Juli 2026 bersama rombongan, yang terdiri dari 15 orang sesama pedagang bendera dan mengontrak rumah di kawasan Angsau, Pelaihari.

Meskipun usianya sudah senja, Uhor mengaku tetap bersemangat mengadu nasib di perantauan. 

Selain mencari penghasilan tambahan, dorongan utama kehadirannya di Kota Pelaihari adalah untuk turut menyemarakkan bulan kemerdekaan.

"Nah iya, masih memeriahkan (tertawa) Hari Kemerdekaan," tutur Uhor saat menceritakan alasannya tetap berjualan bendera.

Baca Juga: Inspektorat Tanah Laut Kenalkan Sistem Monalisa dan Perketat Pengawasan Keuangan Desa Jelang Pilkades

Baca Juga: Dukung Atlet Panjat Tebing ke Tingkat Internasional, Bupati Tanah Laut Apresiasi Prestasi Indah dan Rizky

Kunjungan ke Kalimantan Selatan ini sebenarnya bukan hal baru bagi Uhor. Sebelum kembali ke Jawa saat pandemi Covid-19, ia pernah bekerja di wilayah Sungai Danau selama 12 tahun di sektor tambang batu bara. 

Kerinduan akan suasana Kalimantan serta peluang usaha musiman, membuatnya kembali menginjakkan kaki di Bumi Antasari.

"Kalau di Kalimantan saya udah 12 tahun dulu, di sana di Sungai Danau. Kerja ikut batu bara. Sepulangnya dari Sungai Danau, kerja. Ikut Pak Haji Udin dulu saya, bos batu bara Sungai Danau," ujar Uhor.