BI Kalsel Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pamor Borneo 2026
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Bank Indonesia (BI) Kalimantan Selatan terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.
Hal tersebut disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Aloysius Donanto, saat ditemui di lokasi kegiatan Pamor Borneo 2026 di Duta Mall Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/8/2026).
Aloysius menjelaskan, Pamor Borneo 2026 terselenggara berkat kolaborasi antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan ini juga melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, lembaga jasa keuangan, serta instansi terkait lainnya.
Baca juga: PAMOR BORNEO 2026 di Duta Mall Banjarmasin, Wadah UMKM Kalsel Promosikan Produk
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki dua pilar besar, yakni forum investasi serta forum perdagangan dan pembiayaan.
“Kalau bicara tentang investasi, tentunya bagaimana kita mendorong investasi untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan.
Kalau dari sisi perdagangan dan pembiayaan, yang ingin kita angkat adalah potensi UMKM Kalimantan Selatan supaya bisa naik kelas,” ujar Aloysius.
Ia menambahkan, penggabungan dua pilar tersebut diharapkan mampu mengangkat berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Kalimantan Selatan.
Baca juga: Lima Pemuda HST Kembangkan Bahuma.id, Bawa Teknologi Digital ke Lahan Pertanian
Lebih jauh, Aloysius menyebut terdapat sejumlah hal yang harus diperhatikan pelaku UMKM apabila ingin produknya berkembang dan mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.
“Kata kunci supaya produk UMKM itu bisa naik kelas adalah konsistensi. Artinya konsistensi dari sisi keberlanjutan produksi dan kualitas produk,” jelasnya.
Untuk mencapai hal tersebut, lanjut Aloysius, diperlukan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari proses produksi hingga pengelolaan usaha.
UMKM, kata dia, perlu memahami proses produksi yang baik, benar dan higienis.
Selain itu, pencatatan serta perencanaan keuangan menjadi bagian penting agar usaha dapat berkembang.
Dalam upaya mendorong pengembangan UMKM, Bank Indonesia juga memiliki program pengembangan UMKM bertema Digdaya, yakni singkatan dari Digitalisasi dan Peningkatan Daya Saing.