WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Arisan online bodong di Banjarmasin, yang mengakibatkan total kerugian hingga Rp 389 juta lebih, mendapat sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Seribu Sungai. 

Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri menegaskan, pihaknya merasa prihatin atas kasus penipuan dan penggelapan uang warga.

"Kami merasa prihatin atas kejadian yang telah terjadi dan sudah dirasakan oleh para korban. Tentunya kami mengingatkan masyarakat agar hati-hati memilih pola investasi atau arisan yang mengiming-imingi keuntungan besar," tegasnya, Jumat (18/9/2026). 

Rikval pun meminta masyarakat agar tidak mudah tergiur dan selalu kritis terhadap berbagai tawaran investasi uang. 

"Dan itu (arisan atau investasi) harus betul-betul terverifikasi oleh lembaga yang terkait," ujarnya. 

Baca juga: Bangkai Kapal Virgo Masuk ke Kedalaman 29 Meter, Tim Penyelam TNI AL Pasang Tali Tambat

Baca juga: BPOM Investigasi Misteri Skin Booster Berbahan "Kulit Mayat"

Untuk diketahui, pada Kamis (17/9/2026), Polresta Banjarmasin menggelar konferensi pers pengungkapan kasus penipuan dan pengggelapan uang berbentuk arisan online. 

Kasus tersebut memakan korban sebanyak 21 orang dengan total kerugian para korban Rp389 juta lebih.

Kasus arisan online bodong tersebut terjadi sebanyak dua kali yakni periode Januari sampai Februari 2025 dengan tersangka berinisial NA. 

Kemudian, pada periode November 2025 hingga Juni 2026 dengan tersangka berinisial NJ.

Pada kasus periode Januari hingga Februari 2025, total korban sebanyak 10 orang, dengan kerugian Rp 83 Juta lebih. Sementara di kasus kedua periode November 2025 hingga Juni 2026, memakan korban sebanyak 11 orang dengan kerugian Rp305 jutah. (wartabanjar.com)