WARTABANJAR.COM, BARABAI – Program bantuan sosial di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tahun 2026 menyasar 1.695 penerima dari kelompok lansia, penyandang disabilitas hingga anak yang tinggal di lembaga kesejahteraan sosial.

Untuk menjalankan program tersebut, Pemerintah Kabupaten HST menyiapkan anggaran Rp6,091 miliar melalui APBD 2026.

Bantuan dialokasikan selama satu tahun dengan bentuk dan besaran yang berbeda sesuai kelompok penerima.

Porsi anggaran terbesar diberikan untuk anak-anak yang tinggal di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau panti. 

Sebanyak 488 anak mendapat bantuan permakanan dengan total anggaran Rp3,918 miliar.

Bantuan permakanan tersebut disalurkan dalam dua tahap pembayaran selama satu tahun.

Baca juga: Lansia Kompleks Sekumpul Indah 1 Banjar Ditemukan Tetangga Meninggal di Rumah

Baca juga: Dinkes HST dan Rutan Barabai Perpanjang Kerja Sama Pelayanan Kesehatan Warga Binaan

Sementara itu, bantuan untuk lansia dan penyandang disabilitas mencakup 1.207 penerima dengan total anggaran sekitar Rp2,172 miliar.

Pekerja Sosial Dinas Sosial PPKB PPPA HST, Hj Rusmilawati, mengatakan bantuan bagi lansia dan penyandang disabilitas diberikan sebesar Rp450 ribu setiap tahap.

“Untuk lansia dan penyandang disabilitas, bantuannya Rp450 ribu setiap tahap. Dalam setahun disalurkan empat tahap, atau setara Rp150 ribu per bulan,” katanya, Rabu (16/9/2026).

Dari kelompok tersebut, bantuan untuk lansia dialokasikan kepada 648 orang dengan anggaran sekitar Rp1,166 miliar dalam satu tahun.

Kemudian, penyandang disabilitas fisik mendapat alokasi Rp180 juta untuk 100 penerima.

Sedangkan penyandang disabilitas mental atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mendapat bantuan untuk 459 orang dengan total anggaran Rp826,2 juta.

Jika dibandingkan berdasarkan alokasinya, bantuan permakanan untuk anak di LKSA atau panti menyerap sekitar 64 persen dari total anggaran bansos kemasyarakatan HST.

Sementara sekitar 36 persen lainnya dialokasikan untuk bantuan bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Rusmilawati menyebut seluruh bantuan tersebut merupakan program yang dialokasikan dalam satu tahun anggaran.

“Kalau keseluruhan, jumlah penerimanya 1.695 orang atau anak, dengan total anggaran Rp6.091.240.000 dalam satu tahun,” pungkasnya. (wartabanjar.com/*)