76 Persen Fans Kompak Tolak Aturan Kartu Kuning karena Lepas Jersey
Mereka juga belum semuanya mengetahui klub lokal dapat menghadapi denda akibat pelanggaran tersebut.
Menariknya, hukuman kartu kuning ternyata tidak membuat mayoritas penggemar kehilangan keinginan melihat selebrasi tersebut.
Sebanyak 64 persen responden tetap senang jika pemain tim kesayangan mereka melepas jersey setelah mencetak gol, meski konsekuensinya tetap berupa kartu kuning.
Para penggemar menilai selebrasi tersebut paling pantas diberikan pada momen luar biasa.
Beberapa situasi yang dianggap layak antara lain mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir, mencetak gol di fase gugur sebuah turnamen, memastikan promosi, melakukan comeback emosional, hingga mencetak gol spektakuler.
Perdebatan ini akhirnya mengarah pada satu pertanyaan besar: apakah melepas jersey setelah mencetak gol masih pantas dihukum kartu kuning?
Jika aturan tersebut suatu hari mengalami perubahan, pemain di berbagai level sepak bola berpotensi memiliki lebih banyak kebebasan, untuk menunjukkan emosi setelah mencetak gol.
Selebrasi yang selama ini identik dengan spontanitas pun, dapat kembali menjadi bagian dari momen besar dalam pertandingan.
Berdasarkan Laws of the Game yang ditetapkan IFAB, wasit diwajibkan memberi kartu kuning kepada pemain yang melepas seragam saat merayakan gol.
Regulasi ini mulai berlaku sejak 2004 dengan sejumlah alasan, di antaranya untuk meminimalisasi buang waktu serta mencegah tindakan yang dianggap tidak sportif.
FIFA secara tegas menyebut bahwa selebrasi memang diperbolehkan, tetapi tidak boleh berlebihan.
Koreografi perayaan tidak dianjurkan, terlebih bila mengganggu kelancaran pertandingan.
Keluar lapangan untuk merayakan gol bukan termasuk pelanggaran, tetapi pemain diminta segera kembali ke area permainan.
Lebih jauh, aturan juga mewajibkan wasit memberi kartu kuning untuk beberapa tindakan, termasuk:
- memanjat pagar pembatas dan mendekati penonton dengan cara yang berisiko,
- melakukan selebrasi provokatif, mengejek, atau memancing emosi,
- menutup kepala atau wajah dengan masker atau benda sejenis,
- melepas jersey atau menutup kepala dengan seragam.